RSS

Pengakuan yang Tak Terucap

Tersisa aku dan dia, dua orang sahabat, entah sahabat atau bukan, tapi dekat
Dekat tak ada jarak, berjarak namun tanpa sekat

"Yan, pokoknya lo berdua drop kita dulu ya ke terminal, abis itu lo anter si Zoya balik" Zaki memberikan instruksi
"Iya beres Ki aman sama gue amaaannn" jawab Bian mengiyakan
"Kalian ati-ati ya, Zaki jagain Imel sama Tari pokoknya ya. Jangan sampe ilang dari pandangan lo sedetikpun bocak dua ini ya" gue mengingatkan Zaki
"Siaaaappp hahahaha" Imel, Tari, dan Zaki menjawab sambil tertawa

Kali ini hanya aku dan dia, lima menit kami sama-sama diam. Entah mengapa aku selalu tidak bisa memulai. Lidah begitu kelu. Padahal jika Bian adalah Zaki semua hal akan bisa terucap dengan mudahnya tanpa berpikir terlebih dahulu. Kenapa bisa ya kaya gini. Well, katanya, yang namanya crush itu maksimum bertahan selama 4 bulan, if it still exceeds then you're really in love. But the question is, am i in love now? Because its already 4 years you know. Okeoke gw mulai pembicaraan.

"Yan, lo gapapa beneran nganter gue balik? Kasian nanti lo muter-muter, gue disini aja deh ya, ngangkot sekali doang kan dari sini"
"Gapapa ih udah malem juga gaenak sama bokap-nyokap lo. Masa anak cewe balik malem-malem sendirian"
"Yaelah Yan masih rame, lagian kan gue biasa balik malem kalii biasa ajeeee"
"Badung banget dah bocah, udah gapapa beneran santai aja kalii"
"Well, lo ga ngantuk kan? Gaperlu gue yang nyetir kan"
"Ngeledek gue ni anak, sekarang gue udah jadi anak malem, santai"
Lalu kita berdua tertawa.........

"Yan.."
"Yup, kenapa Ya?"
"Gue tau ini aneh, tapi kita sama-sama sudah dewasa. Gue capek mendem terus dan gue tau waktu kita udah ga banyak. Kita akan jalan sendiri-sendiri setelah ini. Meraih mimpi kita masing-masing. Kita udah gabisa saling rangkul seperti dulu, kita cuma bisa saling berbisik, menyemangati dari kejauhan pada akhirnya."

Bian menepikan mobilnya dan aku tetap melanjutkan apa yang ingin aku mulai sambil memalingkan wajah. Dia tetap diam. Aku tidak sampai hati melihat wajahnya. Terasa begitu menyakitkan entah mengapa.

"Gue cuma mau bilang, gue sayang lo. Sayangnya beda, bukan kaya ke Zaki, Imel, atau Tari. Entah kenapa ternyata sayang punya banyak definisi. Gue sayang lo dari 4 tahun lalu. Gue sendiri gatau pasti mulainya kapan, tapi yang pasti bukan sejak kita pertama ketemu ya. Sayangnya berkembang setiap hari. Maaf ya kalo gw salah menginterpretasikan perhatian yang lo kasih selama ini. Gue tau gada maksut lo buat bikin gue kaya gini, so maaf. Gw ga mengharapkan apa-apa juga kok, gw tulus. Ini semacam pernyataan bukan pertanyaan, so gue ga perlu jawaban apa-apa. Please, jangan berubah sama gue ya" celoteh gue panjang lebar diakhiri tarik nafas yang menandakan kelegaan

Dia tetap diam dan aku tetap menatap jendela, tidak berani aku berpaling

-Kopi pertama pagi ini. Manis bila diaduk. Seperti dua orang sahabat yang sama-sama cinta, sama-sama tidak tahu (Raditya Dika, 2013)

Entah apa reaksi dia jika aku memulai pembicaraan itu, sayangnya aku tidak menggunakan pembicaraan itu, aku malah membahas tentang keluargaku, menanyakan keluarganya, membicarakan bisnis yang dia kerjakan, dan masih banyak lagi, tapi bukan itu. Bukan yang satu itu. Jika ya, kopinya bakal manis atau aku bahkan sampai harus membuangnya karena terlalu pahit? Entah, aku sepertinya hanya seorang pengecut dan terlalu muna untuk mengakui. Iya terlalu muna memang.

-hanasaid

Luka yang Indah

Dua minggu terakhir pojok kamar jadi tempat favorit gue. Duduk, diam, hanya bisa menatap handphone yang ikut-ikutan diam. Sudah dua minggu dia menghilang. Entah namanya hilang atau bukan karena gue juga ga berani buat memulai. Paling tidak bertanya, "eh gue lagi di kampus nih sendirian, lo dimana?" atau "eh asli gue lagi jalan di mall ternyata film baru udah keluar lagi, terus gue nonton sendiri, lo dimana? temenin gue kali". Gabisa, tapi gue gabisa kaya gitu lagi. Mungkin terlalu kolot jala pikiran gue. Gue terlalu takut untuk mengakui kalo gue emang butuh dia banget di hidup gue. Gue cuma belum bisa menerima ketika tau bahwa dia memang sifatnya seperti itu kepada semua orang.

"Sick, but i'm okay :)" gue update status bbm
"Deuh, yang sakit yang sakit, sakit apa sih lo Cha?" 5 menit kemudian Arfi bbm gue
"Ah mau tau aja lo, gausa sok care deh hahaha" bales gue
"Ish istirahat lo sana, udah malem juga" jawab Arfi

"Ketika kita merasa kuat dalam menghadapi suatu masalah maka masalah itupun pasti terlewati" gue nulis status lagi
"Lo lagi ada masalah apa emang, cerita kali Cha sama gue :)" bbm yang sweet banget dari Arfi
"Gapapa Fi, gue panik aja beberapa hari lagi deadline pameran gue nih. Takut. Bakal gagal ga ya?" jawab gue sedikit worry
"Lo kan udah maksimal Cha nyiapinnya. Lo udah kasih segala yang lo bisa. Sekarang tinggal berdoa sama istirahat aja Cha kalo emang udah siap semua-muanya" balas Arfi menenangkan gue
"Ah iya Fi, lo emang paling bisa nenangin gue. Thanks banget ya Fi. Means a lot to me :)" balas gue lagi
"Sama sama Chachamaricha heyhey hehehe"
":D"

"CHAAAAAA SEMANGAT CHAAAAA. BISMILLAH YAAA"
"IYAAA FIIII TENGKIES SO MUCHOOO"

Namun kini hilang, seakan dia tak peduli sama gue. Entah apa yang ada dipikiran dia. Mungkin gue yang terlalu tolol ya. Kenapa juga gw tahan dalam empat tahun terakhir ini mendam rasa dalam kepalsuan pertemanan yang gue sendiri gatau apa dia punya rasa yang sama atau ngga dan apa dia selama ini menyadari perasaan gue yang berbeda ini atau ngga. Kadang kala pengen tiba-tiba lupa ingatan, atau pengen tiba-tiba ngga kenal sama dia. Tapi kenangan sama dia terlalu indah, kebersamaan yang telah terjalin terlalu berwarna, dan seperti suatu keberuntungan karena bisa merasakan itu. Tapi sebenarnya itu cuma mengukir luka. Seharusnya gue bisa menghindari itu sejak lama, tapi gue terlalu berani untuk bermain api dilingkaran ini. Sekarang aku bisa berbuat apa? Ketakutan ini terlalu dalam, ego terlalu tinggi, mengakui belum tentu merupakan jalan yang terbaik. Entah gue harus melakukan apa.

"Cha, lo dimana?" tiba-tiba ada bbm masuk dari dia........... *sigh*

lost

aku telah berjalan terlalu jauh. bahkan aku tidak tahu bagaimana aku harus kembali ketempat asalku. entah mengapa memang hanya ada satu alasan mengapa aku tidak kembali. kembali menjadi selayaknya orang normal. bukan berarti aku tidak normal. atau mungkin aku terlalu normal untuk menjadi seperti ini. alasan yang menyakitkan. alasan yang terlalu dibuat-buat. keadaan memang memaksaku untuk kembali. tapi aku tidak tahu caranya untuk kembali. seseorang menyeretku kembali tapi ketika aku sadari ternyata aku tetap berada ditempat yang sama. tempat yang jauh dari kenyataan. keadaan yang mendukung alasan. atau memang selalu ada alasan yang mendukung keadaan. kini aku jatuh ke dalam jurang. seseorang mendorongku. aku tahu dia siapa. dan aku tahu dia tidak sengaja. tapi begitu dia mengetahui aku jatuh, dia malah tertawa. merasa senang. aku tidak tahu apakah aku harus senang atau tidak karena pada akhirnya aku punya alasan lain untuk kembali karena ketika aku jatuh aku terdampar disatu tempat yang jauh dari tempat akhirku tersesat, sampai akhirnya ada satu alasan yang mengajakku kembali keatas. aku harus ikut atau tidak? aku takut, aku takut orang itu mendorongku lagi hingga jatuh. padahal disini, ditempat aku terdampar ternyata ada alasan lain untuk aku tinggal. alasan yang lagi-lagi terlalu dibuat-buat. aku memang belum yakin apa alasan ini cukup kuat agar aku tinggal atau aku harus menerima ajakan untuk kembali ketempat terakhir aku tersesat. kali ini aku bimbang. aku memang seharusnya senang karena punya jalan lain untuk pulang. namun kenapa aku sedih? ada apa ini? aku harus pergi. aku harus berlari. atau aku harus berharap ketika terjatuh tadi aku menjadi lupa ingatan? aku harus apa?

IRHYBYAGMAHBIFYD
SY OAIRHY DYAR!

pendidikan dini

Selamat idul adha semua, ya walaupun sudah 3 hari yang lalu sih hehe
btw, waktu sholat ied sebelahan sama tetangga
udah lama ga ketemu sama anaknya tau-tau udah gede aja gitu
kira-kira 2 tahun lah, usia yang masih cukup dini bukan?
lengkap banget pake mukenanya
biasa anak kecil cakep-cakep pada rapi pake mukena kalo sholat ied
nah ini kalem banget bocah duduk 
mungkin sambil dengerin yang punya masjid ngasih sambutan (mungkin ya)
pas mulai sholat anak ini ikutan berdiri, sholat
takbir 7 kali, dia ikutan 7 kali takbir
rakaat kedua takbir 5 kali juga ikutan takbir 5 kali
walaupun pas sholat celingukan juga sih 
(jangan tanya gw tau dari mana dia celingukan)
intinya sih bocah ini udah ngerti yang namanya sholat

point pentingnya adalah,
apapun itu dimulai dari rumahnya dulu
dibiasakan dari kecil sama orang tuanya
biar gedenya pada tau aturan
pada tau yang mana yang baik yang mana yang benar
belom pernah jadi orang tua sih
tapi paling tidak punya pengalaman dididik orang tua
gangerasa paling benar juga, tapi paling ngga bisa jaga diri
kalo sekarang lo pada ngerasa belom cukup dapet ilmu
ya jangan berenti nyari ilmunya
gw juga kok, masih nyari
belom tentu apa yang orang tua didik emang paling benar
tapi paling ngga, ngga ada orang tua yang pengen nyesatin anaknya kan
kalo lo sekarang juga jadi pada sadar pentingnya 'benteng' itu
paling ngga lo punya satu tekad buat didik anak lo kelak

ini menurut gw sih
kalo dari keluarga didikannya mantap
ke lingkungan juga jadi mantap
kalo bapaknya ngajarin halalin segala cara buat dapetin apapun
ya ga heran juga kenapa banyak koruptor?
rapiin diri lo sekarang
biar negara ini cakep
enak gitu diliat orang :)

hallo again, still the same

hallo again :)
long time no see

me here again fellas
still the same
alone ofcourse
sucks
ya, again stuck
still dont know where to go

how can i live in this situation. feel no worries from outside but still weak and hurt inside. spreading smile give others power when i need that much in the same time. if i can sell this feeling, maybe i'm gonna be a billionaire. but who's the one need that. hmm, but God always save me. i know that He loves me a lot. so, one thing that i have to do is to be grateful all the time. dont ever worry about anything, anymore. everything just happens for a reason. in that proportion. happiness is always in front of you. there always about choice if you want to get it or leave it.

asdgfwesdkfdjfhasigritsdfnairtksjfnarfurthlvasndlfihwrgwrig
thanks for understanding :)

perempuan itu egois ?

entah dari mana datangnya pemikiran ini. tapi menurut saya perempuan itu cenderung egois dan kurang setia kawan. apalagi gara-gara seorang pria. perempuan bisa meninggalkan temannya cuma gara-gara bertemu pria yang dia suka. ketika pria itu tidak berespon atau menyakiti hati perempuan, Ia akan kembali ketemannya. cukup egois bukan? lain halnya dengan pria yang menurut saya memiliki rasa setia kawan yang tinggi. bahkan ada kalanya saking perempuan itu egois, perempuan bisa kesal dengan pria karena dia tidak bisa meninggalkan temannya. don’t you get it? ya, mungkin salah satunya saya atau kita ya. who knows

A Condolence

About an hour ago, i got a message which is told me that father of my friends was dead. I really shocked to heard that. And i really sorry for you, Wardiman Warid Katili. God have His own way which is good for us. One thing that you supposed to do is be strong. With your strength, you can face it well. With your strength, you can still do your best to make your father proud of you. With your strength, you can raise your mother's smile, your sister's power, and also your own spirit to be better day by day.

One thing we can get it from this case is we have to remember our God. Whatever you do, wherever you are. Death never pick the victim. You or even me maybe couldn't see the sunset tommorow. So, are 'sholat' and 'mengaji' really take your precious time ?